Dari Lahan Pekarangan Rumah untuk Kesehatan Keluarga: Kolaborasi Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret Laksanakan Penanaman TOGA bersama PKK Dukuh Klumprit 1 Kalurahan Wukirharjo
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret yang dikoordinatori oleh Sri Wahyuni Puji Rahayu dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, melaksanakan program Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bersama ibu-ibu PKK Dukuh Klumprit 1. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2026 sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal desa secara berkelanjutan.
Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi wilayah Dukuh Klumprit 1 yang pada musim kemarau mengalami penurunan produktivitas lahan pertanian. Di sisi lain, desa memiliki potensi lahan pekarangan yang cukup luas serta ketersediaan tanaman obat keluarga yang sebenarnya sudah ada, namun masih tersebar dan belum tertata secara terpadu. Oleh karena itu, penanaman TOGA dipilih sebagai alternatif pemanfaatan lahan yang sederhana, mudah diterapkan, dan bermanfaat bagi ketahanan pangan serta kesehatan keluarga.
Melalui program ini, mahasiswa KKN bersama PKK Dukuh Klumprit 1 melakukan penanaman berbagai jenis TOGA seperti jahe, kunyit, kencur, lengkuas, dan sereh di salah satu lahan pekarangan rumah. Tanaman-tanaman tersebut ditata menjadi kebun TOGA terpadu yang berfungsi sebagai kebun contoh.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata kemitraan untuk mencapai tujuan (SDGs 17) antara mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret dan ibu-ibu PKK sebagai sasaran utama program. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pembangunan desa dapat dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat sebagai subjek utama kegiatan.
Selain SDGs 17, program penanaman TOGA ini juga sejalan dengan SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pemanfaatan tanaman obat sebagai alternatif bahan kesehatan keluarga. Program ini turut mendukung SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) karena mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara bijak dan ramah lingkungan. Pemanfaatan lahan yang kurang optimal saat musim kemarau juga relevan dengan SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta mendukung SDGs 15 (Ekosistem Daratan) melalui pelestarian keanekaragaman tanaman obat di tingkat lokal.
Perangkat dukuh menyampaikan bahwa keberadaan kebun TOGA terpadu ini diharapkan dapat memudahkan warga dalam mengakses tanaman obat serta menjadi contoh pemanfaatan lahan pekarangan rumah yang bermanfaat dan berkelanjutan. Sementara itu, ibu-ibu PKK Dukuh Klumprit 1 menyambut baik kegiatan ini karena dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat dilanjutkan secara mandiri ke depannya.
Melalui program penanaman TOGA ini, mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Dukuh Klumprit 1, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.
