Wukirharjo, 2-4-2023. Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Wukirharjo bekerjasama dengan Pemerintah Kalurahan Wukirharjo mengadakan Pelatihan dan Motivasi Guru TPA Se-Kalurahan Wukirharjo. Peserta yang hadir merupakan perwakilan dari para pengajar atau pengasuh TPA di masing-masing Masjid/Musholla yang ada di Kalurahan Wukirharjo. “masing-masing 2 orang”, ungkap Karsini selaku ketua PRA Wukirharjo.
Pada kesempatan tersebut, Turaji, SE selaku Lurah Wukirharjo turut memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam arahannya, Beliau mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh PRA Wukirharjo tersebut, serta berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan untuk tahun-tahun mendatang.
Menurutnya, sebagai guru TPA dan TPQ sudah seharusnya lebih wajib lagi meningkatkan kualitas membaca Alquran, bagaimana cara melafalkan tajwid nya secara maksimal untuk diajarkan kepada anak-anak muridnya. “Jadi bukan hanya anak murid yang dituntut untuk pintar, tapi kita sebagai pendidik tentu harus lebih berkualitas”.
Tentu, lanjutnya, pekerjaan bapak ibu ini sangatlah mulia, mulia sekali, karena mengantarkan anak-anak kita yang semulanya tidak mengerti menjadi lebih memahami bacaan Alquran. Tentu ini tidaklah mudah, berangkat dari niat karena Allah, pastilah pahala jauh lebih besar nilainya untuk tabungan di akhirat.
Untuk menjadi seorang pengajar atau guru TPA yang baik, harus bisa memahami sifat santri atau sifat peserta didiknya dengan baik pula. “ Sebagai seorang pengajar harus bisa melihat, apa yang membuat santri itu bingung dan apa yang membuat dia banyak berlari. Maka dari situlah seorang pengajar harus menciptakan suasana kondusif bagi para santrinya, seperti mengajak mereka bercerita, bernyanyi dan lainnya”, terang Arif Dwiarto selaku pemateri dalam pelatihan tersebut.
Selain itu, Arif juga menerangkan bahwa seorang pengajar harus memiliki kemampuan dan kredibilitas yang tinggi. Seperti bacaan Al- Qur’an yang baik dan benar, mengusai materi, berakhlakul karimah (perilaku baik) dan lainnya. Oleh sebab itu, setiap pengajar harus meningkatkan kemampuannya secara rutin, baik itu dengan mengadakan tahsin (perbaikan bacaan Al-Qur’an) bersama atau lainnya”, terangnya.
