Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 238 Universitas
Sebelas Maret (UNS)
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 238 Universitas Sebelas Maret (UNS) di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bapak Dr. Agung Budiharjo, S.Si., M.Si. melaksanakan program kerja berupa sosialisasi bertema “Pemanfaatan Sampah Organik Melalui Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF)” pada Sabtu, 19 Juli 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di Rumah Bapak Dukuh Losari II, Kalurahan Wukiharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, dengan Riyadl Mufid Isfihanni sebagai Ketua Kelompok KKN 238.
Sosialisasi ini diikuti oleh masyarakat Dusun Losari II sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan serta memiliki nilai ekonomi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN memperkenalkan budidaya maggot BSF sebagai salah satu inovasi dalam mengurangi timbunan sampah organik sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat.
Kegiatan sosialisasi diawali dengan penyampaian materi mengenai permasalahan sampah organik yang masih menjadi tantangan di lingkungan masyarakat. Tim KKN menjelaskan bahwa sampah organik yang berasal dari sisa makanan, sayuran, buah-buahan, maupun limbah pertanian dapat dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Materi yang disampaikan meliputi pengenalan maggot BSF, siklus hidup, keunggulan budidaya, tahapan pemeliharaan, hingga pemanfaatan hasil budidaya.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik secara langsung mengenai budidaya maggot. Peserta diberikan demonstrasi dan praktik mengenai cara memberikan pakan berupa sampah organik kepada maggot. Melalui praktik ini, masyarakat dapat mengetahui secara langsung jenis pakan yang dapat diberikan serta cara pemberian pakan yang tepat agar maggot dapat tumbuh dengan baik.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pemanfaatan maggot sebagai pakan alternatif untuk ikan lele. Maggot yang telah tersedia diberikan secara langsung kepada ikan lele sebagai pakan. Praktik ini bertujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa hasil budidaya maggot tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk mengurangi sampah organik, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan alternatif bagi ikan. Dengan demikian, masyarakat dapat melihat secara langsung penerapan budidaya maggot mulai dari pemanfaatan sampah organik sebagai pakan hingga pemanfaatan maggot yang dihasilkan sebagai pakan ikan.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengikuti penyampaian materi dan praktik yang diberikan. Peserta juga berkesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan mengenai proses budidaya maggot, jenis sampah organik yang dapat digunakan sebagai pakan, cara pemeliharaan maggot, serta pemanfaatan maggot sebagai pakan ikan lele.
Kegiatan sosialisasi Pemanfaatan Sampah Organik Melalui Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) yang dilaksanakan oleh KKN Kelompok 238 Universitas Sebelas Maret (UNS) berjalan dengan baik dan mendapat antusiasme positif dari masyarakat Dusun Losari. Kegiatan tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga dilengkapi dengan praktik secara langsung mengenai pemberian pakan berupa sampah organik kepada maggot serta pemanfaatan maggot sebagai pakan alternatif untuk ikan lele.
Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pengetahuan dan pengalaman praktis mengenai pemanfaatan sampah organik menjadi sumber pakan bagi maggot, yang selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan lele. Kegiatan tersebut memberikan gambaran mengenai penerapan konsep pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan, yaitu dengan mengolah sampah organik menjadi maggot dan memanfaatkan maggot sebagai pakan ikan. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat menerapkan budidaya maggot secara mandiri sebagai salah satu upaya mengurangi sampah organik sekaligus memanfaatkan hasil budidayanya untuk mendukung kebutuhan pakan ikan dan meningkatkan nilai ekonomi.
